KONSEP
PERKEMBANGAN DALAM KONSTELASI PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN
Untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen
Penguji : Drs. H. Ma’mur Sutisna WD, M.MPd
Disusun
oleh :
Kelompok
1
1.
Indah Nur Azizah
2.
Rima Meilinda
3.
Agus Saepudin
4. Cucu Astuti
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SUBANG
TAHUN AKADEMIK
2014/2015
Kata
Pengantar
Puji
syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan penulis,
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang penulis miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah
ini.
Subang,
Februari 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR
ISI.............................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN..........................................................................................................
A. LATAR
BELAKANG....................................................................................................
B. RUMUSAN
MASALAH..............................................................................................
C. TUJUAN
PENULISAN................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN...........................................................................................................
A. KONSEP
PSIKOLOGI, ETIMOLOGI, DAN TERMINOLOGI....................................
B. DINAMIKA
PERILAKU MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI...............
-
PERSPEKTIF BIOLOGIS, BEHAVIORISME,
KOGNITIF...................................
-
PERSPEKTIF
HUMANISTIK................................................................................
C. PERKEMBANGAN SEBAGAI CABANG
PSIKOLOGI.............................................
D. PENGERTIAN PSIKOLOGI
PERKEMBANGAN......................................................
E.
MANFAAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAGI PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN....................................................................................................................
BAB
III
PENUTUP....................................................................................................................
A. KESIMPULAN..............................................................................................................
B. SARAN..........................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pendidikan
( menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sedangkan
psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam
berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku yang dimaksud adalah, perilaku
motorik yaitu perilaku dalam bentuk gerakan. Perilaku kognitif ialah perilaku
dalam bentuk bagaimana individu mengenal alam disekitarnya. Perilaku konatif
ialah perilaku yang berupa dorongan dari dalam individu. Perilaku afektif ialah
perilaku dalam bentuk perasaan atau emosi.
Dari pengertian
di atas terlihat bahwa adanya kaitan yang sangat kuat antara pendidikan dengan
psikologi.
Maka dari itu, elemen-elemen diatas
sangat penting untuk dipelajari, dipahami, dan ditelaah oleh mahasiswa
keguruan. Karena pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan individu yang
berperilaku yang ikut terlibat dalam pendidikan. Seyogyanya mereka yang
terlibat dapat menunjukkan perilaku yang seusai agar proses pendidikan dapat
berlangsung secara efektif sesuai dengan landasan dan tujuan yang akan dicapai.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Perkembangan
yang terjadi pada anak meliputi segala aspek kehidupan yang mereka jalani baik
bersifat fisik maupun non fisik. Perkembangan berarti serangkaian perubahan
progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.
Bagi para guru, salah satu pertanyaan yang paling
penting tentang belajar adalah : Kondisi seperti apa yang paling efektif untuk
menciptakan perubahan yang diinginkan dalam tingkah laku? Atau dengan kata
lain, bagaimana bisa apa yang kita ketahui tentang belajar diterapkan dalam
instruksi? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat pada
penjelasan-penjelasan psikologis tentang belajar.
1.3. TUJUAN PENULISAN
1.
Agar para calon guru mengetahui dan memahami
perkembangan fisik dan psikologis pada anak didik.
2.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui makna
psikolgi perkembangan dan penerapannya dalam dunia pendidikan khususnya dalam
pembelajaran.
3.
Mahasiswa agar memahami tentang pengertian psikologi
dan perkembangan teori pembelajaran dalam penerapan psikologi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. KONSEP PSIKOLOGI, ETIMOLOGI, DAN TERMINOLOGI
A. Konsep Psikologi
Psikologi perkembangan
adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan
latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang
lingkup psikologi, ilmu ini termasuk
psikologi khusus, karena psikologi perkembangan
mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.
1.
Etimologi
Secara
etimologis “Psikologi” berasal dari bahasa Yunani: Psyche dan logos.
Psyche artinya jiwa dan logos berarti ilmu. Sebagai salah satu bidang dari psikologi dan sebagai ilmu psikologi
perkembangan memiliki teiori-teori yang ada sampai sekarang dan dapat
digunakan sebagai kerangka acuan untuk memahami perubahan tingkah laku manusia
sesuai dengan perubahan waktu/zaman.
2. Terminologi
Secara terminologi
( menurut istilah pengetahuannya ) Psikologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang segala hal yang berhubungan dengan jiwa manusia, hakikatnya, asal
usulnya, proses bekerjanya, dan akibat yang di timbulkannya. Psikologi dapat
juga diartikan pula dengan ilmu yang mempelajari prilaku manusia atau tingkah
laku manusia.
2.2 DINAMIKA PERILAKU
MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI
Dinamika
perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia
dan dipengaruhi oleh adat, sikap, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan
genetika.
Dalam literatur psikologi pada
umumnya para ahli ilmu ini berpendapat bahwa penentu perilaku utama manusia dan
corak kepribadian adalah keadaan jasmani, kualitas kejiwaan, dan situasi
lingkungan.
Psikologi memberikan sumbangan
terhadap pendidikan, karena subjek dan objek pendidikan adalah manusia
(individu). Psikologi memberikan wawasan bagaimana memahami perilaku individu,
proses pendidikan serta bagaimana membantu individu agar dapat berkembang
optimal.
·
Perspektif Biologi
Perspektif
biologi yaitu sebuah pendekatan psikologi yang menekankan pada
berbagai peristiwa yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan
dan pikiran seseorang. Perspektif Biologis memunculkan psikologi evolusi yaitu
suatu bidang psikologi yang nenekankan pada mekanisme evolusi yang membantu
menjelaskan kesamaan di antara manusia dalam kognisi, perkembangan, emosi
praktek-praktek sosial, dan area-area lain dari perilaku.
·
Perspektif Behaviorisme
Yaitu pendekatan psikologi yang
menelaah cara lingkungan dan pengalaman mempengaruhi tindakan seseorang.
Penganut behaviorisme (behaviorist) menaruh perhatian pada peranan penghargaan
(reward) maupun hukuman (punishment) dalam mempertahankan atau mengurangi
kecenderungan munculnya perilaku tertentu.
·
Perspektif Kognitif
Proses perkembangan kognitif merupakan suatu proses
genetik, yaitu proses yang didasarkan proses genetik, yaitu proses yang
didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem atas mekanisme biologis
perkembangan sistem syaraf. Tujuan aspek kognitif berorientasi
pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih
sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang
menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan,
metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan
demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan
mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang
paling tinggi yaitu evaluasi.
·
Perspektif Humanistik
Menurut pandangan humanistik,
manusia adalah makhluk yang aktif dalam merumuskan strategi transaksional
dengan lingkungannya. Perilaku manusia berpusat pada konsep dirinya berupa
persepsi manusia tentang identitas dirinya yang bersifat fleksibel dan
berubah-ubah. Selain itu perilaku manusia juga didasarkan pada kebutuhannya
dalam fungsi untuk mempertahankan, meningkatkan serta mengaktualisasikan
dirinya.
2.3 PERKEMBANGAN SEBAGAI CABANG PSIKOLOGI
Secara umum, perkembangan di artikan
sebagai suatu proses yang dialami oleh setiap individu yang bersifat kualitatif
dan berhubungan dengan kematangan seseorang bila ditinjau dari perubahan
progresif dan sistematis dalam dirinya.
Sedikitnya
ada empat istilah yang berdekatan bahkan saling terkait pengertiannya dengan
istilah perkembangan (development).
a. Pertumbuhan
(Growth) yakni perubahan yang
bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar.
Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-ukuran tertentu.
b.
Kematangan (Maturation)
yaitu perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi
siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar.
c. Belajar (Learning) yakni perubahan perilaku
sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif
maupun kuantitatif.
d.
Latihan (Exercise)
yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak
menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja,
bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Growth,
maturation, learning, dan exercise
sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami
perkembangan (development). Perkembangan,
terutama dalam konsep pertumbuhan (growth),
terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel
telur sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat
(changes over time) baik melalui
proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks yang
dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud perkembangan remaja adalah
perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada masa remaja sebagai akibat
dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan.
2.4. PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Psikologi
perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu
dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini
termasuk psikologi khusus, karena psikologi
perkembangan mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku
individu.
Menurut beberapa para ahli, ada beberapa fase atau periodisasi psikologi perkembangan
individu, yaitu:
1. Periodisasi yang berdasar biologis.
Periodisasi atau pembagian masa-masa
perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu.
Pembagian Aristoteles
didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase
kedua dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga
ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin. Fase-fase
tersebut yaitu :
a) Fase anak kecil : 0 – t th,
b) Fase anak sekolah: 7 – 14 th yaitu masa mulai
bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin, dan;
c) Fase remaja : 14 – 21 th.
2.
Periodisasi yang berdasar psikologis.
Tokoh utama yang mendasarkan
periodisasi ini kepada keadaan psikologis adalah
Oswald Kroch. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian
masa-masa psikologi perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan
inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas
dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya. Fase-fase tersebut
yaitu:
a) Dari lahir sampai masa “trotz”(
kegoncangan) pertama: kanak-kanak awal.
b) Trotz pertama sampai trotz kedua
: masa keserasia bersekolah.
c) Trotz kedua sampai akhir remaja:
masa kematangan
3.
Periodisasi yang berdasar didaktis.
Pembagian masa-masa perkembangan
sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, PhD dalam
“Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam
“Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup
manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak
konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya.
Berikut periodisasi berdasarkan didaktis menurut
Elizabeth B. Hurlock :
a.
Masa sebelum lahir (pranatal): 9 bulan
b.
Masa bayi baru lahir (new born): 0-2 minggu
c.
Masa bayi (babyhood): 2 minggu- 2 th
d.
Masa kanak-kanak awal (early childhood):2-6 th
e.
Masa kanak-kanak akhir (later chilhood): 6-12 th
f.
Masa puber (puberty) 11/12 – 15/16 th
g.
Masa remaja ( adolesence) : 15/16 – 21 th
h.
Masa dewasa awal (early adulthood) : 21-40 th
i.
Masa dewasa madya(middle adulthood): 40-60 th
j.
Masa usia lanjut (later adulthood) : 60-lansia
2.5. MANFAAT
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta
dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia. Untuk memahami diri kita
sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui
kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan, kehendak, maupun
tingkah laku lainnya.
1) Untuk mengetahui tingkah laku
individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
2) Untuk mengetahui tingkat
pemampuan individu pada setiap fase perkembangannya.
3) Untuk mengetahui kapan individu
bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4) Agar dapat mempersiapkan diri
dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
5) Khusus bagi guru, agar dapat
memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka
orang dapat menilai dirinya sendiri. Pengenalan dan pemahaman terhadap
kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami
kehidupan jiwa orang lain.
BAB III
PENUTUP
3.1.
KESIMPULAN
Pendidikan
pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya
manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar
mereka.
Dalam
hal ini tentu saja diperlukan adanya pendidik yang profesional terutama guru
disekolah-sekolah dasar dan menengah serta dosen diperguruan tinggi.
Dengan bekal
pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku
normal, sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai
tidak dengan tingkat kewajarannya, termasuk tingkat kenormalan tingkah laku
kita sendiri.
3.2. SARAN
Adapun saran
yang
dapat penulis sampaikan, setelah penulis mengkaji tentang konsep perkembangan
dalam kontelasi psikologi dan pendidikan adalah sebagai berikut.
Pengetahuan
Psikiologi Perkembangan, sangat berguna bagi guru, yaitu dengan bekal psikologi
perkembangan :
a. Mereka dapat
memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran
yang sesuai
dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
b. Mereka dapat
memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat
perkembangan pemahaman murid-murid mereka
DAFTAR
PUSTAKA
(https://andibrilin.wordpress.com/psikologi-pendidikan/)
Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.
(http://www.fazan.web.id/2012/05/dinamika-perilaku-manusia-dalam.html#sthash.gNVM2H68.dpuf)
Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.
(http://dmafu03.blogspot.com/2012/06/psikologi-dan-psikologi-pendidikan.html)
Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_perkembangan)
Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.
(http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi-perkembangan/)
Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.
(http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/pengertian-dan-definisi-psikologi.htm)
Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.