Senin, 23 Februari 2015

KONSEP PERKEMBANGAN DALAM KONTELASI PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN

KONSEP PERKEMBANGAN DALAM KONSTELASI PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen Penguji : Drs. H. Ma’mur Sutisna WD, M.MPd


Disusun oleh :
Kelompok 1
1. Indah Nur Azizah
2. Rima Meilinda
3. Agus Saepudin
4. Cucu Astuti

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SUBANG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan penulis, semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Subang, Februari 2015

Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................
A.    LATAR BELAKANG....................................................................................................
B.     RUMUSAN MASALAH..............................................................................................
C.     TUJUAN PENULISAN................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................
A.    KONSEP PSIKOLOGI, ETIMOLOGI, DAN TERMINOLOGI....................................
B.     DINAMIKA PERILAKU MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI...............
-          PERSPEKTIF BIOLOGIS, BEHAVIORISME, KOGNITIF...................................
-          PERSPEKTIF HUMANISTIK................................................................................
C.  PERKEMBANGAN SEBAGAI CABANG PSIKOLOGI.............................................
D.  PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN......................................................
E. MANFAAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN....................................................................................................................
BAB III PENUTUP....................................................................................................................
A.    KESIMPULAN..............................................................................................................
B.     SARAN..........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  LATAR BELAKANG
Pendidikan  ( menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sedangkan psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku yang dimaksud adalah, perilaku motorik yaitu perilaku dalam bentuk gerakan. Perilaku kognitif ialah perilaku dalam bentuk bagaimana individu mengenal alam disekitarnya. Perilaku konatif ialah perilaku yang berupa dorongan dari dalam individu. Perilaku afektif ialah perilaku dalam bentuk perasaan atau emosi.
Dari pengertian di atas terlihat bahwa adanya kaitan yang sangat kuat antara pendidikan dengan psikologi.
Maka dari itu, elemen-elemen diatas sangat penting untuk dipelajari, dipahami, dan ditelaah oleh mahasiswa keguruan. Karena pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan individu yang berperilaku yang ikut terlibat dalam pendidikan. Seyogyanya mereka yang terlibat dapat menunjukkan perilaku yang seusai agar proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif sesuai dengan landasan dan tujuan yang akan dicapai.

1.2. RUMUSAN MASALAH
            Perkembangan yang terjadi pada anak meliputi segala aspek kehidupan yang mereka jalani baik bersifat fisik maupun non fisik. Perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.
Bagi para guru, salah satu pertanyaan yang paling penting tentang belajar adalah : Kondisi seperti apa yang paling efektif untuk menciptakan perubahan yang diinginkan dalam tingkah laku? Atau dengan kata lain, bagaimana bisa apa yang kita ketahui tentang belajar diterapkan dalam instruksi? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat pada penjelasan-penjelasan psikologis tentang belajar.
1.3. TUJUAN PENULISAN
1.      Agar para calon guru mengetahui dan memahami perkembangan fisik dan psikologis pada anak didik.
2.      Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui makna psikolgi perkembangan dan penerapannya dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran.
3.      Mahasiswa agar memahami tentang pengertian psikologi dan perkembangan teori pembelajaran dalam penerapan psikologi.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. KONSEP PSIKOLOGI, ETIMOLOGI, DAN TERMINOLOGI
A.    Konsep Psikologi
Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, karena psikologi perkembangan mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.
1.      Etimologi
Secara etimologis “Psikologi” berasal dari bahasa Yunani: Psyche dan logos. Psyche artinya jiwa dan logos berarti ilmu. Sebagai salah satu bidang dari psikologi dan sebagai ilmu psikologi perkembangan memiliki teiori-teori  yang ada sampai sekarang dan dapat digunakan sebagai kerangka acuan untuk memahami perubahan tingkah laku manusia sesuai dengan perubahan waktu/zaman.
2.      Terminologi
Secara terminologi ( menurut istilah pengetahuannya ) Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang segala hal yang berhubungan dengan jiwa manusia, hakikatnya, asal usulnya, proses bekerjanya, dan akibat yang di timbulkannya. Psikologi dapat juga diartikan pula dengan ilmu yang mempelajari prilaku manusia atau tingkah laku manusia.

2.2 DINAMIKA PERILAKU MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI
Dinamika perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan genetika.
Dalam literatur psikologi pada umumnya para ahli ilmu ini berpendapat bahwa penentu perilaku utama manusia dan corak kepribadian adalah keadaan jasmani, kualitas kejiwaan, dan situasi lingkungan.
Psikologi memberikan sumbangan terhadap pendidikan, karena subjek dan objek pendidikan adalah manusia (individu). Psikologi memberikan wawasan bagaimana memahami perilaku individu, proses pendidikan serta bagaimana membantu individu agar dapat berkembang optimal.
·         Perspektif Biologi
Perspektif biologi yaitu sebuah pendekatan psikologi yang menekankan pada berbagai peristiwa yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan dan pikiran seseorang. Perspektif Biologis memunculkan psikologi evolusi yaitu suatu bidang psikologi yang nenekankan pada mekanisme evolusi yang membantu menjelaskan kesamaan di antara manusia dalam kognisi, perkembangan, emosi praktek-praktek sosial, dan area-area lain dari perilaku.
·         Perspektif Behaviorisme
Yaitu pendekatan psikologi yang menelaah cara lingkungan dan pengalaman mempengaruhi tindakan seseorang. Penganut behaviorisme (behaviorist) menaruh perhatian pada peranan penghargaan (reward) maupun hukuman (punishment) dalam mempertahankan atau mengurangi kecenderungan munculnya perilaku tertentu.
·         Perspektif Kognitif
Proses perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu proses yang didasarkan proses genetik, yaitu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.

·         Perspektif Humanistik
Menurut pandangan humanistik, manusia adalah makhluk yang aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya. Perilaku manusia berpusat pada konsep dirinya berupa persepsi manusia tentang identitas dirinya yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah. Selain itu perilaku manusia juga didasarkan pada kebutuhannya dalam fungsi untuk mempertahankan, meningkatkan serta mengaktualisasikan dirinya.

2.3 PERKEMBANGAN SEBAGAI CABANG PSIKOLOGI
Secara umum, perkembangan di artikan sebagai suatu proses yang dialami oleh setiap individu yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seseorang bila ditinjau dari perubahan progresif dan sistematis dalam dirinya.
Sedikitnya ada empat istilah yang berdekatan bahkan saling terkait pengertiannya dengan istilah perkembangan (development).
a.       Pertumbuhan (Growth) yakni perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar. Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-ukuran tertentu.
b.      Kematangan (Maturation) yaitu perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar.
c.       Belajar (Learning) yakni perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
d.      Latihan (Exercise) yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Growth, maturation, learning, dan exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development). Perkembangan, terutama dalam konsep pertumbuhan (growth), terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks yang dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud perkembangan remaja adalah perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada masa remaja sebagai akibat dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan.

2.4. PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, karena psikologi perkembangan mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.
Menurut beberapa para ahli, ada beberapa fase atau periodisasi psikologi perkembangan individu, yaitu:
1.  Periodisasi yang berdasar biologis.
Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin. Fase-fase tersebut yaitu :
a) Fase anak kecil : 0 – t th,
b) Fase anak sekolah: 7 – 14 th yaitu masa mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin, dan;
c) Fase remaja : 14 – 21 th.
2.  Periodisasi yang berdasar psikologis.
Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis adalah Oswald Kroch. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa psikologi perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya. Fase-fase tersebut yaitu:
a) Dari lahir sampai masa “trotz”( kegoncangan) pertama: kanak-kanak awal.
b) Trotz pertama sampai trotz kedua : masa keserasia bersekolah.
c) Trotz kedua sampai akhir remaja: masa kematangan

3.  Periodisasi yang berdasar didaktis.
Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya.
Berikut periodisasi berdasarkan didaktis menurut Elizabeth B. Hurlock :
a.       Masa sebelum lahir (pranatal): 9 bulan
b.      Masa bayi baru lahir (new born): 0-2 minggu
c.       Masa bayi (babyhood): 2 minggu- 2 th
d.      Masa kanak-kanak awal (early childhood):2-6 th
e.       Masa kanak-kanak akhir (later chilhood): 6-12 th
f.       Masa puber (puberty) 11/12 – 15/16 th
g.      Masa remaja ( adolesence) : 15/16 – 21 th
h.      Masa dewasa awal (early adulthood) : 21-40 th
i.        Masa dewasa madya(middle adulthood): 40-60 th
j.        Masa usia lanjut (later adulthood) : 60-lansia

2.5. MANFAAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia. Untuk memahami diri kita sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan, kehendak, maupun tingkah laku lainnya.
Ada beberapa manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan, diantaranya yaitu:
1) Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
2) Untuk mengetahui tingkat pemampuan individu pada setiap fase perkembangannya.
3) Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4) Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
5) Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai dirinya sendiri. Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain.



BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka.
Dalam hal ini tentu saja diperlukan adanya pendidik yang profesional terutama guru disekolah-sekolah dasar dan menengah serta dosen diperguruan tinggi.
Dengan bekal pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku normal, sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya, termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri.

3.2. SARAN

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan, setelah penulis mengkaji tentang konsep perkembangan dalam kontelasi psikologi dan pendidikan adalah sebagai berikut.
Pengetahuan Psikiologi Perkembangan, sangat berguna bagi guru, yaitu dengan bekal psikologi perkembangan :

a.       Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran
yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
b.      Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka



DAFTAR PUSTAKA
(https://andibrilin.wordpress.com/psikologi-pendidikan/) Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_perkembangan) Diakses pada tanggal 23 Januari 2015.